Home Page

Jumat, 12 Mei 2017

DIY BB Cushion

Oh hai semuanya,
Di postingan hari ini saya mau share ke kalian semua nih, tentang cara membuat BB cushion sendiri. Sebenarnya sih postingan begini sudah banyak banget ya yang bikin, dan kalian juga bisa lihat lewat video-video vlog di youtube. Tapi karena saya sedang excited banget untuk membuat DIY bb cushion, ya sekalian saya bikin postingannya di sini. Siapa tahu di antara kalian ada yang belum pernah tahu caranya.


Saya yakin kalian pasti sudah familiar ya dengan cushion. Mungkin kalau ada yang belum tahu, saya jelasin sedikit ya. cushion itu pada dasarnya adalah BB/CC cream atau foundation yang dikemas dalam bentuk compact. Lengkap dengan kaca dan aplikator berupa air puff yang khas untuk pengaplikasian bb/cc creamnya. Cushion sendiri artinya bantalan, karena memang yang khas dari cushion ini adalah bantalan yang ada di dalam kemasan sebagai filter dari bb/cream di bawahnya.

Formula dari cushion sendiri berbeda beda di setiap merk,dan ditujukan untuk kebutuhan kulit yang berbeda- beda pula.  Jadi yang jenis cushion yang beredar di pasaran memang banyak dan bermacam-macam,tapi semuanya dikemas di kemasan compact untuk lebih mempermudah pengaplikasian produk. Cara memakai cushion cukup praktis, kita tinggal tekan-tekan puff aplikatornya ke bantalan tadi. Otomatis bb/cc cream yang ada di wadah cushion menempel di puff tadi, lalu tinggal ditepuk-tepuk ke wajah kita saja puff-nya, dan hasilnya wajah seperti memakai bb/cc cream atau foundation pada umumnya.

Sebenarnya bb cushion ( terutama merk korea) termasuk salah satu item makeup favorit saya. Karena rata-rata bb cushion korea sudah mengandung sunscreen, moisturizer atau bahkan face primer. Jadi sangat praktis di gunakan tanpa perlu menambahkan belapis-lapis produk. Sayangnya dari beberapa bb cushion yang pernah saya coba, enggak ada satupun warnanya yang match di kulit saya. Padahal saya suka formulanya yang lengkap itu. 
Selain karena faktor warna yang tidak tersedia, Alasan kedua saya membuat DIY bb  cushion adalah faktor harga. Rata-rata bb cushion itu cuma punya isi setengah atau bahkan seperempat dari foundation biasa, tapi harganya cukup mahal. Jadi kurang ekonomis kalau menurut saya, apalagi saya ini tipe yang hampir setiap hari pakai makeup. Jadi pasti bb cushion yang isinya cuma sedikit tadi juga bakal cepat habis. 

Nah karena itu saya mutusin buat bikin DIY bb cushion sendiri. Supaya warnanya bisa match dengan skintone saya, plus juga lebih hemat karena saya pakai bahan-bahan yang ada di rumah. Jadi ini dia proses DIY bb cushionnya. 

Bahan yang dibutuhkan:




1. Cushion case. 
Tentunya ini yang wajib dipunya ya. Cushion case punya saya ini dari merk it's my cushion yang memang dijual untuk DIY cushion. Saya beli di shopee seharga 75rb rupiah. Kalian bisa pakai cushion case apa saja. Bisa dari cushion case bekas merk lain yang isinya sudah habis. Tapi kalau pakai cushion case bekas jangan lupa dicuci dulu ya case,refill,busa,dan spons nya sampai bersih.



2. Foundation/bb cream
Kalau ini kalian bebas bisa pakai apa saja yang sudah cocok dengan kulit wajah kalian, asal yang bentuknya liquid. Kalau saya pakai Milani conceal  & perfect foundation untuk supaya coveragenya bagus,dan Elf BB cream untuk memperingan tekstur foundation Milani.

3. Face primer
Kalau untuk saya, face primer ini wajib untuk menambah ketahanan dan oil control cushion.Karen wajah saya termasuk yang sangat berminyak, jadi kalau cushionnya tidak dicampur dengan primer,  pasti oil control dan staying powernya kurang. Kali ini primer yang saya pakai adalah  Black Radiance anti shine primer, dan Jordana mattifying primer. Karena kedua primer ini oil controlnya sangat bagus.

4.sunscreen
Ini juga wajib, karena perlindungan dari sinar matahari itu penting banget ya, enggak boleh ketinggalan walaupun kita maunya pakai produk yang praktis-praktis. Sunscreen yang saya pakai adalah acnes uv tint spf35+

5. Moisturizer/serum
Saya pakai serum dari Skinlab yang Red Serum. Serum ini ditambahkan di adonan selain berfungsi untuk mengencerkan tekstur foundation, juga untuk memberikan manfaat skincare di cushion kita. Salah satunya menambah kelembaban kulit.

6. Liquid Highlighter/luminizer (optional)
Kalau ini optional untuk kalian yang suka hasil cushion yang glowy, bisa ditambahkan liquid highlighter atau luminizer. Kalau saya memang suka hasil akhir yang matte, makanya saya skip menambahkan highlighter.

Peralatan yang dibutuhkan:



- Alkohol untuk disinfektan
- Cotton bud
- Sendok plastik (lupa enggak kefoto )
- Tissue kering  (lupa enggak kefoto )
- Wadah bersih untuk mencampur produk (lupa enggak kefoto )

Step by step:

1. Cuci tangan sampai bersih

2. Copot refill case dari case-nya, keluarkan bantalan/busa cushionnya, lalu disinfektan refill case dan  semua peralatan dengan alkohol

2. Di wadah yang telah didisinfektan, tuang bahan-bahan diatas. Perbandingannya kira-kira saja. Saya pakai perbandingan 2:1

 3. Aduk semua bahan yang telah dituang dalam wadah dengan cotton bud

4. Tes tekstur dan warna di tangan, kalau kurang encer bisa tambahkan serum.

5. Kalau sudah pas warna dan formulanya,  tuang bahan yang telah tercampur di mangkok tadi ke dalam refill case  sampai 1/3 bagian saja.

6. Letakan bantalan/busa cushion di dalam mangkok sisa bahan tadi, usap-usap hingga bahan terserap ke bantalan.

7. Masukan bantalan/busa cushion kembali ke dalam refill case yang sudah terisi tadi. Dan tekan2 sampai ada produk yg terserap ke atas, lap pinggiran refill.

8. Masukan kembali refill ke case cushion.
9. Cushion sudah siap untuk digunakan.

Bagaimana? Cukup mudah kan? Dan saya suka banget dengan hasil cushion ini. Full coverage, gampang dibaur, dan warnanya match dengan skintone saya. 

Kalian sudah pernah memcoba?jangan lupa comment di bawah ya..

Terimakasih sudah mampir sini,
Have a nice day.

Senin, 27 Maret 2017

Review : Senzues Hydra Firm Anti Celullite Lotion

Hi everyone,
Hari ini saya balik dengan review produk body care. Yaitu body lotion. Body lotion merupakan produk body care yang wajib saya pakai setiap hari untuk membuat kulit tubuh tetap sehat dan lembab, tentunya kalian juga kan?. Nah kali ini saya mau ngomongin tentang body lotion yang menurut saya unik banget, karena body lotion ini enggak hanya memiliki efek melembabkan dan mencerahkan seperti body lotion lain yang pernah saya coba. 


Beberapa minggu lalu saya mencoba salah satu produk body lotion yang menurut saya oke banget. Yaitu SenZues Hydra Firm body lotion. Kalau kalian belum familiar dengan merk ini, SenZues ini adalah brand skincare dari malaysia yang baru saja masuk di Indonesia sekitar tahun 2016 kemarin. Jadi memang masih baru banget. Produk dari brand senZues ini berupa body lotion yang memiliki 5 varian, yaitu:

- Lumi Bright
- Night Active
- Hydra Cool
- Cell Active
- Hydra Firm.

kalian bisa membaca profil lengkap dan produk brand SenZues ini di www.senzues.com

Produk dari SenZues yang saya coba kali ini adalah SenZues Hydra Firm yang ditujukan untuk mengurangi selulit, dan mengencangkan kulit. Kebetulan memang buat saya yang berat badannya sering naik turun ini, penampakan selulit enggak bisa ditolak, terutama di daerah paha. Jadi waktu saya membaca deskripsi SenZues Hydra Firm ini, saya penasaran banget dengan resultnya bisa menyamarkan selulit di tubuh saya atau enggak.


Klaim

-Dual-action of healing and preventive anti-cellulite effects to reduce the appearance of cellulite
-Stimulates lipolysis (the breakdown of fat tissue)
-Stimulates synthesis of Collagen I, IV, and VII for firmer skin
-Hydra-restructuring effect that immediately hydrates while preventing moisture loss

-Protection against free radicals

Kemasan

SenZues body lotion ini dikemas di kemasan tube yang cukup travel friendly kalau menurut saya. Dengan tutup flip top sangat praktis untuk digunakan. Tapi senZues ini sebenarnya memiliki 3 ukuran kemasan, yaitu 60ml seperti yang saya punya ini, 200ml dan 350ml yang keduanya dikemas di kemasan botol. 

Harga:
-60 ml Rp 158.000
-200ml Rp.268.000
-300ml Rp.348.000


Ingredients



Formula

Lotion SenZues ini teksturnya lebih kental daripada tekstur body lotion lain yang pernah saya coba. Biasanya body lotion lain memilik tekstur cenderung cair, tapi senZues ini lebih kental. Namun walaupun teksturnya lebih kental, SenZues ini sangat mudah diratakan dan mudah menyerap. Sama sekali tidak terasa lengket, namun di kulit terasa banget lembabnya.

Aroma SenZues lotion ini saya juga suka, aromanya mewah kalau menurut saya. Semacam aroma floral tapi  ada aroma musk sedikit. Enggak terlalu menyengat di hidung.


Pengalaman saya setelah memakai SenZues.

Setelah pemakaian SenZues Hydra Firm ini selama kurang lebih 2 minggu, yang saya perhatikan memang kulit di daerah yang berselulit nampak lebih kencang, tapi saya belum melihat kalau lotion ini bisa mengurangi selulit. Mungkin karena saya masih menggunakannya selama 2 minggu, kalau dipakai rutin dalam jangka waktu yang lama, saya merasa lotion ini bisa bekerja sesuai yang dijanjikan. 

Satu hal Yang saya suka banget dari lotion ini adalah, lotion ini benar-benar membuat kulit saya terasa lembab dan halus. Lembabnya pun beda dengan lotion lain yang pernah saya coba. Biasanya kalau saya memakai lotion lain, walaupun produknya sudah terlihat menyerap di kulit, tapi kalau kulit saya terkena air, kulit saya akan menjadi licin-licin aneh gitu karena ternyata lotionnya masih belum menyerap sempurna. Tapi kalau SenZues ini enggak loh, lotion ini benar-benar sempurna menyerap ke kulit, walaupun setelahnya kulit kita terkena air.

Yang saya suka:
- Kemasan travel friendly
- Teksturnya sangat ringan dan mudah menyerap.
- Sangat melembabkan kulit
- Aromanya enak dan tidak menyengat.
- Membuat area kulit yang berselulit nampak lebih kencang

Yang saya kurang suka:
- Produknya sulit didapat, saat ini hanya tersedia online.
- Harganya cukup mahal, tapi sebanding dengan hasil yang didapat.


Tertarik untuk mencoba, silahkan kontak offical SenZues di bawah ini ya

IG: @senzues_id
website: www.senzues.com
Line : @senzues_id
Shopee: @senzues_id

Terimaksih sudah mampir, have a nice day.

Selasa, 07 Maret 2017

Pixy Lip Cream Review & Swatches ( All shades )

Oh hai everyone,
Hari ini saya balik lagi dengan review matte lip cream. Yes, another liquid matte lipstick. Walaupun katanya tahun ini, trend lipstick bakalan ke arah glossy-glossy gitu, tapi rasanya liquid matte lipstick masih tetep diminati yah. Apalagi di akhir tahun 2016 kemarin, banyak brand baru baik lokal maupun luar yang ramai-ramai ngeluarin seri liquid matte lipstick, jadi trend matte lipstick sepertinya masih akan terus berlanjut.

Salah satu brand yang juga bisa dibilang baru saja mengeluarkan seri lip matte cream adalah brand pixy. Menjelang akhir tahun kemarin, brand pixy mengeluarkan seri liquid matte lipstick yang diberi nama Pixy lip cream. Awalnya Pixy lip cream ini cuma ada 4 warna, yaitu chic rose, party red, classic red, dan fun fuschia. Namun belakangan mereka menambahkan 2 warna baru yaitu edgy plum, dan bold maroon. Dan hari ini saya mau bikin review dan swatches lengkap ke-enam warnanya. Ini produknya:





swatches :





01 chic rose

Chic rose ini warna yang paling natural dan kalem di antara ke 6 warna pixy lip cream pixy. Warnanya pink mauve dengan sedikit hint kecoklatan. Tipe warna mlbb (my lips but better) yang cocok untuk dipakai daily. Di antara keenam varian warna yang ada, warna chic rose ini yang jadi favorit saya dan paling sering saya pakai. 

02. Party red

Bright Red with hint of purple- cool undertones. Warna ini waktu pertama kali di oles di bibir, kentara banget kalau ada hint purple-nya. Tapi setelah kering warna merahnya yang lebih dominan. Saya pribadi cukup suka sih dengan warna merah party red ini, karena tone warnanya enggak membuat wajah saya terlihat kusam.

03. Classic red

True red with orange undertone. Kalau warna merah yang ini warnanya lebih warm. Kalau bahasa populernya, warna classic red ini warna merah cabe. Tipe warna yang saya hindari sebenarnya, karena tone orangenya terlalu kentara, jadi kadang-kadang di wajah saya terlihat kusam. 

04.fun fuschia

medium fuschia pink-cool undertones. Tadinya waktu saya belum coba warna ini di bibir, saya pikir warna ini bakal jadi bright fuschia terang yang agak neon gitu. Ternyata enggak loh. Setelah kering warna ini enggak terlalu bright, cukup kalem walaupun warnanya ungu ke arah pink.

05. Edgy Plum

medium mauve purple. Warna ini juga jadi salah satu warna favorit saya. Tadinya saya pikir warna ini yang tipe warna plum gelap gitu, ternyata warnanya masih termasuk di tone medium. Warna plum yang enggak terlalu garang. Dipakai untuk daily juga masih oke.

06. Bold Maroon

Dark browny maroon. Sebenarnya ini warna favoritnya banyak beauty vloggers, tapi jujur kalau di saya ini warna least favorite saya. Di wajah saya warna ini membuat wajah saya menjadi super galak, haha. 




Packaging



Pixy lip cream ini dikemas di tube plastik panjang, dengan tutup pink dan bagian bawah botol yang transparant. Jadi cukup memudahkan untuk melihat warna yang akan dipakai, karena warna lipsticknya terlihat dari pangkal kemasan. Desainnya juga simple, tapi cukup chic dan eye catching. Saya pribadi sih cukup suka dengan kemasannya.

Aplikator lipsticknya juga sama seperti aplikator liquid lipstick pada umumnya. 


Formula
Dari segi tekstur, bisa dibilang pixy lip cream ini punya konsistensi yang berbeda-beda. Tapi secara keseluruhan pixy lip cream ini memiliki tekstur yang cenderung liquid yang nanti bakal mengering di bibir menjadi transferproof dan kissproof. Jadi bukan tekstur yang creamy atau mousse. Dari ke 6 warna yang ada, tekstur no 4 (fun fuschia) yang menurut saya paling patchy, dan susah rata di bibir. Tapi untuk Warna lainnya enggak ada masalah dalam pengaplikasian, cukup halus dan mudah rata.

Pigmentasinya saya kasih nilai B. Lip cream ini memang enggak yang super pigmented dalam 1x oles bisa menutup warna asli bibir, tapi dalam 2-3x oles sudah bisa menutup warna asli bibir dan cukup mudah untuk diratakan.

Aroma
Lip cream ini memang memiliki aroma yang cukup kentara waktu diaplikasikan. Tapi enggak mengganggu sih, karena setelah kering, aromanya juga hilang.

Hasil akhir & staying power
Bisa dibilang ini the best part-nya dari lip cream pixy ini. Karena setelah mengering lip cream ini rasanya sangat ringan di bibir. Enggak membuat bibir terasa kering seperti di vacum gitu. Nyaman banget dipakainya. Saya kalau sedang memakai lip cream ini malah kadang enggak kerasa kalau sedang memakai liquid lipstick matte.Staying power lip cream ini juga cukup lumayan, kalau enggak dipakai makan besar bakal bertahan cukup bagus di bibir 4-5 jam. Yang membuat saya suka juga dengan lip cream ini kalau setelah dipakai makan atau minum, tipe yang memudar cantik. Jadi enggak bolong-bolong atau crack di bagian tengah bibir, sehingga gampang banget kalau mau di touch-up. 


Ini membuat bibir kering gak?
Enggak, kenyamanan Pixy lip cream ini menjadi nilai plus banget. Enak dipakainya di bibir, nyaman, dan walaupun dipakai setiap hari enggak membuat bibir saya kering atau bahkan pecah-pecah.

Minusnya apa?
Jujur kalau ditanya minusnya dari lipstick ini saya bingung, haha. Mungkin cuma dari konsistensi teksturnya aja yang berbeda-beda, khususnya warna no 4 yang cenderung patchy. Selebihnya saya suka dan enggak ada masalah.


Overall, lipstick ini jadi salah satu liquid lipstick yang saya rekomendasikan buat dicoba. Tekstur dan pigmentasinya oke, Staying powernya bagus, sangat nyaman di bibir, dan harganya cukup murah. Kalian bisa membeli Pixy lip cream ini di counter pixy denga harga kurang lebih Rp.45 ribu saja.

Ada warna yang sudah kalian coba?
Makasih sudah mampir sini,
kindly follow my instagram acc @rani_widirani
have a nice day..
xoxo

Rabu, 22 Februari 2017

Best Makeup Product 2016

Hi everyone,
finally i`m baaack..
setelah saya menghilang karena kesibukan yang cukup menyita waktu, bulan ini saya balik lagi blogging, bagi-bagi review dan share racun lenongan yang cantik-cantik ke kalian semua. Terimakasih buat kalian yang masih sering nanya ke saya kapan balik nge-blog lagi. Di postingan saya kali ini, saya mau share ke kalian semua tentang best makeup product 2016 versi saya. Setiap tahun saya selalu bikin postingan ini, dan rasanya ada yang kurang kalau tahun 2016 kemaren saya enggak bikin postingan best of beauty-nya, dan juga karena ada beberapa yang nagih-nagih ke saya postingan ini, haha. Jadi walaupun sekarang sudah telat banget, tetep ya saya posting tulisan ini.


Ngomongin soal produk makeup favorit saya di tahun 2016, yang bikin beda postingan ini dari tahun-tahun sebelumnya adalah, karena tahun 2016 kemaren saya mutusin buat goin` cruelty free alias cuma memakai produk makeup dari brand yang no animal testing, jadi produk makeup favorit saya di tahun 2016 kemaren 90% juga produk dari brand yang no animal testing, cuma 1-2 barang saja dari brand lokal yang saya belum yakin kalau mereka animal testing atau enggak. Kalau kalian tertarik baca tentang cruelty free makeup, kalian bisa baca postingan saya di sini.

Dari tengah ke akhir tahun, saya lumayan banyak coba-coba produk baru buat ngegantiin produk favorit lama saya yang masih animal testing. Beberapa ada yang saya bagus hasilnya, dan beberapa ada yang gagal, haha. Sejauh ini sih, produk-produk dibawah ini yang menurut saya bagus, dan jadi favorit saya di tahun 2016 kemarin, apa saja itu? ini list-nya:







1. Black Radiance shine control primer
Ini face primer favorit saya saat ini. Kalau kalian belum familiar dengan brand Black Radiance, brand ini tuh sister brand-nya Wet n Wild, jadi sepabrikan dengan Wet n Wild, dan cruelty free juga pastinya. Primer ini ampuh banget buat bikin wajah lebih matte, dan makeup lebih tahan lama. Kalau menurut saya sih, dibandingin dengan beberapa primer lain yang ada embel-embel mattifying-nya dengan harga terjangkau yang pernah saya coba, punya Black Radiance ini yang hasilnya bener-bener ngefek banget di wajah saya yang berminyak ini. Minusnya dari produk ini, dia bentuknya semi lotion yang menyerap di kulit. Bukan seperti tekstur primer bersilikon yang bisa membantu menutup pori wajah seperti monistat, Benefit Porefessional atau SANA pore puty.

2. ELF BB Cream
Sebenarnya saya coba beli ELF BB Cream ini karena iseng, waktu itu produk ini sedang sale. Jadi harganya cukup murah, sekitar 70 ribuan. Waktu beli sih, saya enggak berharap apa-apa dengan produk ini, soalnya produk ini juga jarang banget di rave sama beauty vlogger luar sana. Tapi begitu saya coba, saya langsung jatuh cinta. Teksturnya itu baguuuus banget, super blendable, kelihatan nyatu di kulit, enggak cakey, pokoknya dipakainya enak banget. Dipakai kalau pas keburu-buru juga gampang ratanya. Plus untuk ukuran BB Cream, ELF ini daya tutupnya medium to full. Hasilnya juga bagus banget di kulit, semi matte tapi juga bikin wajah kelihatan glowy. Pokoknya ini base andalan saya kalau kulit lagi kelihatan kusam dan capek, supaya terlihat sedikit lebih sehat. Minusnya, BB Cream ini oil control dan staying powernya kurang banget, jadi harus dibantu dengan primer dan setting powder yang oil controlnya bagus, supaya lebih tahan lama di wajah.

3. The Balm Sexy Mama Anti Shine Powder
Kalau kalian sudah ngikutin blog saya dari lama, mungkin sudah ada yang tahu kalau bedak favorit saya sepanjang masa itu adalah MAC Blot Powder. Tapi karena MAC itu brand yang masih animal testing, jadi saya sudah enggak bisa pakai lagi. Pilihan saya untuk gantiin MAC Blot Powder adalah The Balm Sexy Mama ini, dan ternyata performanya enggak jauh beda dengan MAC dengan harga yang setengahnya saja, dan menurut saya sih malah lebih bagus, karena butirannya lebih halus. Saya pakai bedak ini biasanya untuk touch-up di siang hari saat makeup sudah mulai terlihat berkilau. Hasilnya wajah kembali matte, plus membantu supaya makeup jadi lebih tahan lama di wajah saya. 



4. City Color Glow Pro Matte Blush Collection
Saya sudah pernah bikin review produk ini di sini. Produk ini jadi salah satu produk yang paling sering ada di makeup pouch saya selama tahun 2016 kemarin. Satu palette berisi 6 warna blush, jadi enggak perlu bawa banyak-banyak blush di makeup pouch kalau kepengen bawa beberapa warna blush sekaligus. Warna-warna di palette ini tuh bikin saya jatuh cinta banget, semua warnanya bagus, sangat wearable, dan semua warnannya matte. Bentuknya cukup mungil, jadi muat banget kalau mau dibawa-bawa di makeup pouch. 

5. City Color contour effect palette.
Saya ini termasuk yang jarang banget pakai bronzer atau contour untuk sehari-hari, soalnya menurut saya makeup jadi terlihat terlalu berat. Tapi saya suka banget dengan warna bronzer-nya City Color ini. Warnanya pas banget di wajah saya, terlihat natural. membuat makeup terlihat lebih warm tanpa terlihat kalau wajah saya sedang pakai bronzer. Teksturnya juga mudah di baur, dan enggak chalky sama sekali hasilnya kalau di pipi.  



6. Wardah Eye X-Pert Hi Optimum Black Eyeliner
Rasanya ini eyeliner yang jadi favorit ratusan beauty enthusiast di tahun 2016 kemaren, termasuk saya juga. Hampir semua beauty vlogger indo yang bikin video best 2016 makeup, pasti mention produk ini di dalamnya. Semenjak punya eyeliner ini, eyeliner saya yang lain di meja rias enggak pernah saya pakai lagi. Wardah eye x-pert ini jadi eyeliner yang saya pakai nonstop setiap hari selama 6 bulan terakhir. Menurut saya eyeliner ini praktis banget dan sangat mudah digunakan. Bentuknya pen dengan ujung yang sangat fleksibel. Bisa digunakan untuk menggambar eyeliner yang super tipis ataupun bold. Warnanya hitam pekat, sangat pigmented, dan awet seharian. Enggak smudge atau beloboran. Pokoknya eyeliner ini baguuus banget. 

7. Silkygirl Big Eyes Waterproof Mascara
Saat memutuskan untuk goin` cruelty free, hal yang paling sulit selain mencari foundation/bb cream adalah mencari mascara dari brand yang cruelty free. Selama bertahun-tahun saya ini penggemar berat mascara dari brand drugstore yang populer itu. Jadi begitu saya enggak repurchase mascara itu lagi, saya lumayan bingung cari gantinya. Saya sempat coba-coba mascara dari beberapa brand, dan dari beberapa itu punya silkygirl ini yang jadi kesukaan saya akhir-akhir ini. Saya suka karena teksturnya cukup kental tapi enggak menggumpal waktu diaplikasikan, dan bikin bulu mata naik. Bulu sikatnya juga tipe yang semi rubber gitu, jadi ngefek banget membuat bulu mata terlihat lebih panjang. Mascara ini juga waterproof, enggak beleberan, smudge atau rontok kalau sudah kering.


8. Milani Stay Put Brow Color
Saya sudah pernah ngomongin produk ini sebagai produk favorit saya tengah tahun 2016 kemarin di sini, dan belum tergantikan sih. Sejauh ini, Milani Stay Put Brow Color ini tetap jadi produk alis favorit saya. Bahkan saya lebih suka tekstur Milani ini dibandingkan dengan Anastasia Beverly Pomade. 

9. Mizzu Eyeshadow Base
Sebenarnya saya beli produk ini karena melihat banyak review beauty vlogger indo yang bilang kalau produk ini bagus. Kebetulan eyeshadow base saya sedang habis, dan saya memang sedang mencari alternatif eyeshadow base dengan harga terjangkau. Walaupun harganya kisaran 50 ribuan, tapi performanya enggak kalah kok dengan eyeshadow base mahal. Teksturnya mudah dibaur dan menyerap di kelopak. Membuat warna eyeshadow jauh lebih keluar dan vibrant, plus di kelopak saya yang berminyak ini, bisa membuat eyeshadow lebih tahan lama dan enggak bolong-bolong. Yah walaupun membuat tahan lamanya enggak bisa dibandingin dengan Urban Decay Primer Potion yang harganya 6-7x lipat ya. Tapi menurut saya performanya sudah bagus bangeeet. Yang saya kurang suka, eyeshadow base ini kalau diaplikasikan enggak ada warnanya, jadi agak transparant gitu. Padahal saya lebih suka eyeshadow base yang ada warnanya buat meratakan warna kelopak mata yang enggak rata. 


10. The Balm Meet Matt(e) Hughes Commited
Tahun 2016 kemaren tuh liquid lipstick masih heboh banget ya, dan saya pun juga masih ikut arus buat cobain liquid lipstick dari beberapa brand lokal maupun luar. Beberapa ada yang saya suka banget, dan lainnya menurut saya biasa aja. Beberapa yang saya suka salah satunya adalah The Balm commited ini. Dari segi tekstur, The Balm merupakan salah satu liquid lipstick dengan tekstur yang paling nyaman di bibir saya. Walaupun dipakai beberapa lapis, lipstick ini enggak bikin bibir terasa kering ketarik gitu. Pigmentasinya juga bagus, dan gampang rata kalau diaplikasikan. Warna Commited ini bisa dibilang jadi warna andalan sehari-hari saya. Nude pink tapi enggak terlalu pucat di wajah.

11. Milani Amore Matte Lipstick adorable
Selain TheBalm Commited di atas, lipstick ini juga jadi salah satu favorit saya tahun 2016 kemarin. Kalau dari formula sih keduanya hampir mirip, bedanya Milani terasa lebih ringan saja. Warna Adorable ini juga jadi andalan saya kalau mau dandan ala-ala smokey gitu.

12. Make Over Intense Matte Lipstick `cosmopolitan`06.
Tahun 2016 kemaren saya mulai berani dan sering pakai lipstick warna merah. Dari beberapa warna lipstick merah yang saya coba, warna merahnya Make Over Cosmopolitan ini yang terlihat paling pas di wajah saya. Membuat wajah terlihat cerah tanpa kesan tua, selain itu formula Make Over Intense Matte lipstick ini juga buagus bangeeet. Super smooth, creamy, pigmented, gampang diaplikasikan, dan sama sekali enggak kering di bibir. Keringnya juga bagus, enggak chalky atau patchy gitu kalau memudar. Menurut saya sih ini salah satu liquid lipstick dengan formula terbaik di tahun 2016 kemarin.


Jadi itu dia list produk favorit saya selama tahun 2016 kemaren, ada yang sama jadi favorit kalian juga? 
Makasih sudah mampir sini
Kindly follow my instagram acc @rani_widirani
Have a nice day..


Jumat, 30 September 2016

Wardah C-defense DD Cream Review

Oh hai semuanya,
Rasanya sudah cukup lama ya saya enggak bikin review tentang makeup base seperti foundation,primer,bb cream dan sebangsanya. Nah di postingan hari ini saya balik lagi dengan review DD cream dari brand lokal Wardah. Kebetulan belakangan ini saya sedang coba-coba beberapa base makeup buat gantiin foundation dan bb cream saya dulu yang rata-rata cruelty free itu. Salah satu yang saat ini sedang saya coba pakai adalah Wardah DD cream ini yang saya dapat dari sociolla beberapa minggu lalu.

Belakangan ini trend makeup base memang cukup bervariatif ya, enggak cuma foundation ataupun BB cream. Banyak brand- brand yang mengeluarkan base dengan seri alphabet lain seperti CC cream atau DD cream. Enggak hanya brand luar, bahkan brand Indonesia pun juga banyak yang mengeluarkan varian seri base alphabet ini. 
Sebenarnya kalau untuk base makeup, saya enggak punya favorit tersendiri sih harus foundation,BB cream,CC cream, ataupun DD cream. Asal formulanya pas, dan staying powernya bagus saya pasti suka. Sebenarnya di antara foundation,BB cream, CC cream, dan DD cream, semuanya memiliki fungsi yang hampir sama, yaitu untuk meratakan warna kulit wajah dan menutupi noda-noda di wajah. Bedanya hanya di kandungan tambahan di dalamnya dan tekstur keringanannya. 

Nah salah satu brand lokal yang punya beberapa variasi base makeup alphabet ini salah satunya adalah Wardah. Enggak cuma hanya BB cream, Wardah juga baru-baru ini mengeluarkan produk DD cream seperti ini:


Nama lengkap produknya :
Wardah C-defense DD cream

Klaim:
Wardah C-defense DD Cream dengan Hi-grade Vitamin C, merupakan krim dengn tekstur lembut dan nyaman di kulit. Merupakan kombinasi lightening, tabir surya, dan antioksidan untuk kulit tampak bercahaya. Mengandung vitamin B3 yang membantu membuat kulit tampak cerah. Dilengkapi vitamin E sebagai antioksidan serta Allatoin yang membantu regenerasi alami kulit. SPF 30 membantu membantu memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UV. Hasilnya kulit tampak lebih cerah dan halus dengan rona merata.

Harga:
30 rb rupiah, untuk ukuran 20ml

Dapat dibeli dimana?
Kalian bisa beli produk ini di konter-konter Wardah atau buat kalian yang lebih suka belanja online, bisa beli produk ini di Sociolla.


Kemasan yang mungil dengan tutup model flip top,

Formula:
Kalau dibaca dari deskripsi produk diatas, Wardah DD cream ini memang produk yang multifungsi ya. Jadi selain berfungsi untuk meratakan warna kulit dan menutupi noda di wajah, Wardah DD cream ini sudah ada kandungan vitamin,pencerah wajah, dan sunscreen juga. Tapi kalau saya secara pribadi sih masih memakai pelembab dan sunscreen secara terpisah, jadi DD cream ini hanya saya fungsikan sebagai pengganti foundation. Tapi buat kalian yang sering terburu-buru dan enggak punya banyak waktu untuk memakai betlapis-lapis produk untuk wajah. Bb cream ini bisa menjadi pilihan, karena kandungannya cukup multifungsi.

Wardah DD cream ini teksturnya lebih cenderung ke liquid daripada ke tekstur cream, tapi ada sedikit tekstur mousse nya. Kalau dipakai di wajah finishnya dewy dan terasa sedikit lengket, tapi walaupun begitu rasanya cukup ringan kok diwajah. Wardah DD cream ini juga cukup mudah dibaur, hasilnya juga mudah rata. Saya biasanya menggunakan beauty blender untuk mengaplikasikan DD cream ini. Hasilnya bisa lebih halus dan enggak cakey kalao dibanding pengaplikasian dengan tangan atau brush.

Coverage dari Wardah DD cream ini sheer to medium. Di wajah saya sih kurang bisa nutupin spot-spot noda, walaupun sudah di layer pemakaiannya 2x masih belum mampu menutup noda- noda di wajah, masih harus dibantu dengan pemakaian concealer. Tetapi buat kalian yang wajahnya enggak terlalu banyak spot jerawat atau noda-noda, saya rada sih enggak masalah dengan coveragenya. Karena hasilnya sangat natural, dan mampu meratakan warna kulit wajah dengan baik.

Warna yang tersedia
Wardah DD cream ini tersedia dalam 2 warna, light dan natural. Kebetulan saya dapet yang warna light yang pastinya terlalu terang di wajah saya. Warna light ini memiliki neutral undertone, jadi tidak terlalu kuning ataupun pink, dan warna ini menurut saya cocok untuk yang memiliki skintone terang (kira-kira NC 15-25). 

Swatches



Oil control &staying power
Karena finishnya dewy, pastinya supaya lebih tahan lama di kulit saya ini, harus saya set dengan bedak tabur supaya hasilnya lebih matte. Tapi walaupun sudah di set dengan bedak tabur, sayangnya oil controlnya kurang begitu bagus di wajah saya. Pemakaian 1 jam wajah saya sudah mulai mengeluarkan minyak, dan harus sering-sering di blot. Tapi staying power DD cream ini cukup lumayan kok di wajah saya, walaupun harus rajin nge-blot, tapi bisa bertahan sampai 5-6 jam


Minusnya?
Sayang banget DD cream ini oxidize di wajah saya. Walaupun shade yang saya pakai terlalu terang, tapi DD cream ini cepet banget menggelapnya, dan bahkan kalau cuaca lagi panas malah menjadi lebih gelap dari warna asli kulit saya.

Overall, Wardah DD cream ini bukan termasuk produk favorit saya sih, pertama karena coveragenya sheer, sehingga kurang bisa menutupi noda-noda di wajah saya. Kedua, oil controlnya juga kurang bagus untuk kulit berminyak saya. Tapi saya sangat merekomendasikan Wardah DD cream ini ke kalian  yang mempunyai kulit kering, dan enggak terlalu punya banyak noda di wajah untuk ditutupi. Karena teksturnya sangat ringan serta melembabkan, hasil akhirnya juga dewy, pas untuk yang memiliki kilit kering sehingga tampilan makeup menjadi lebih glowy dan memberi kesan sehat ke kulit.

Jumat, 16 September 2016

Wardah nude lipstick : rose cream 02 review (friday's picks)

Oh hai,
sepertinya udah lama ya postingan `friday 's picks` ini menghilang dari blog saya, sori banget buat yang udah nunggu-nungguin postingan ini di setiap hari jumat. Soalnya memang belum tentu setiap jumat saya ada barang baru yang jadi favorit buat dimasukin short reviewnya disini. Tapi kalian masih bisa tetep main-main ke blog saya setiap jumat kok, siapa tahu ada postingan baru `friday picks`. Oh ya, kalau kalian kepengen baca review yang pendek-pendek tentang beauty product dari saya, kalian bisa follow account instagram saya @rani_widirani. Karena kedepannya saya bakal sering bikin short review tentang produk yang saya punya dengan hashtag #reviewpinkyrose.

Produk yang saya pilih di postingan `friday picks` kali ini adalah Wardah nude lipstick series, warna rose cream 02. Mungkin kalian belum terlalu familiar ya dengan namanya, memang sepertinya wardah nude series ini kurang begitu populer kalau dibandingkan dengan lipstick seri barunya Wardah yang lain, seperti matte lip cream atau intense matte lipsticknya. Padahal ini juga lipstick seri terbarunya Wardah loh.  Ini penampakan lipsticknya,


lipstick Wardah seri nude ini tersedia dalam 5 warna, tapi dari ke 5 warnanya, Warna rose cream ini yang paling saya suka.

kemasannya seperti kemasan Wardah seri matte lipstick regular yang silver-silver itu, tapi bedanya Wardah nude lipstick ini tutupnya rata. Kemasan dus luarnya seperti kemasan Wardah intense matte lipstick, jadi beda warna shade dia juga beda warna kotaknya.



Yang bikin saya suka dengan Wardah nude lipstick rose cream ini adalah warnanya yang mirip banget dengan Milani color statement nude cream favorit saya. Nah Milani nude cream punya saya kebetulan sudah hampir habis, jadi daripada repurchase Milani lagi, saya cari alternatif brand lain yang harganya lebih murah. Wardah nude lipstick ini harganya 42ribu rupiah, lebih murah setengah harga dari Milani color statement.





Wardah nude lipstick rose cream ini warnanya pinky nude, dengan hint coklat.


Dari segi formula lipstick ini juga hampir mirip dengan Milani color statement. Pigmentasinya bagus, opaque dan bisa nutupin warna asli bibir walaupun warnanya nude. Teksturnya creamy, glides on smoothly dan enggak patchy di bibir. Finishnya satin, jadi sedikit ada kilau-kilaunya. 

Yang bikin saya kurang suka dengan lipstick ini adalah hasil akhirnya yang terlalu lembab di bibir, jadi malah terasa kurang ringan.  Biasanya saya tap-tap tisue dulu setelah di oles supaya hasilnya enggak terlalu lembab dan lebih ringan di bibir.

Staying power lipstick ini juga decent, seperti lipstick creamy pada umumnya. Enggak terlalu tahan lama, dan enggak ninggalin stain juga.

But overall, buat harga 40 ribuan, lipstick ini cukup oke kok. Apalagi memang warnanya saya suka banget. Buat kalian pecinta lipstick nude, boleh deh dicoba lipstick wardah yang seri nude ini, soalnya formulanya cukup bagus, dan varian warna nudenya juga cantik-cantik kok.  

Makasih sudah mampir sini,
Kindly follow my instagram acc @rani_widirani
Have a nice day
Xoxo